Monday, August 18, 2014


Agar Anak Cerdas
Ibu mana yang tidak ingin anaknya cerdas ? ya, pasti semua ibu menginginkan anank-anaknya tumbuh cerdas. Berbagai cara dilakukan ibu demi memiliki anak yang cerdas. Bahkan banyak ibu yang mengupayakannya sejak masa kehamilan, mulai dari menjaga kesehatan saat hamil,hingga memenuhi kebutuhan gizi calon buah hati selama dalam kandungan. Selain itu, saat bayi dalam kandungan sang ibu juga memberikan rangsangan seperti : mengelus perut ibu, mengajak bicara, mendengarkan musik, membaca, dll. Semua itu ibu lakukan agar anak cerdas sejak dalam kandungan. Karena bayi dalam kandungan dapat menerima rangsangan dari luar sejak usia 4 bulan.

Setelah lahir seorang ibu akan berupaya lebih banyak lagi agar anak cerdas dan berkarakter. Beberapa upaya yang dapat ibu lakukan, yaitu

Memberi asi pada anak
Asi terbukti mengandung gizi yang mampu meningkatkan kekebalan serta kecerdasan anak
Jadi, sebaiknya ibu tetap memberikan asi ekslusif pada anak.

Membacakan cerita
Dengan membacakan cerita pada anak dapat melatih anak untuk belajar mendengarkan yang baik, selain itu dapat menumbuhkan rasa ingin tahu anak untuk membaca buku.

Memberikan aneka mainan
pada masa kanan-kanak bermain adalah aktivitas yang sangat menyenangkan. Bermain juga dapat mendidik anak melalui game edukasi anak yang baik, sehingga dapat melatih kreatifitas dan kecerdasan anak.

Berbicara yang baik pada anak
Anak akan meniru karakter orang tuanya termasuk dalam berbicara, hendaknya orang tua berbicara dengan kalimat yang baik pada anak, tujuannya agar anak dapat meniru kebiasaan orang tua dalam berbica yang baik.

Ajarkan anak bernyanyi
menyanyikan lagu-lagu yang riang dapat memberikan perasaan bahagia pada anak. secara tidak langsung bernyanyi juga akan merangsang anak untuk bergerak, bertepuk tangan serta menari.

Penuhi nutrisi anak
Agar anak cerdas para tua juga harus memperhatikan nutrisi sang anak, dengan memberikan makanan yang sehat untuk anak serta memenuhi kebutuhan gizi anak seperti: karbohidrat, protein, omega-3, zat besi, mineral dan vitamin anak. Selain itu, pemenuhan nutrisi juga untuk menjaga kesehatan dan untuk mendorong pertumbuhan sang anak.

Sunday, August 17, 2014

Game Edukasi Anak

Pada zaman modern seperti ini, game edukasi anak lebih mudah diterapkan untuk mendidik anak balita. Cara ini dirasa sangat efektif karena hampir seluruh hari-hari anak digunakan untuk bermain.
Di usia balita anak memiliki rasa keingin tahuan yang sangat besar, anak selalu ingin mencoba berbagai macam permainan. Nah, sebagai orang tua hendaknya memilih permainan anak yang mendidik agar si anak dapat belajar dari permainan tersebut.

Keunggulan game edukasi anak lainnya yaitu dengan adanya visualisasi dan animasi yang dapat meningkatkan daya ingat anak sehingga anak dapat menyimpan pelajaran dalam waktu yang lama.
Berbagai macam game juga sangat mudah ditemukan, mulai dari benda-benda yang berbentuk lucu hingga game dalam bentuk online. jenisnya pun beraneka ragam mulai game belajar berhitung, membaca, bahkan berbahasa asing. Hal ini tentunya sangat memudahkan orang tua dalam memberikan pendidikan bagi anak. Namun, tetap harus dalam pengawasan orang tua.
Orang tua juga sebaiknya tidak asal dalam memberikan game pada anak, meskipun tetap mendidik orang tua perlu memperhatikan efek dari game tersebut terhadap psikologi perkembangan anak. Sehingga orang tua dapat memberikan game yang tepat untuk anak. Karena tidak semua game memberikan efek positif pada anak, beberapa game yang mengadung kekerasan juga dapat memberikan pengaruh buruk pada anak.

Perhatian orang tidak cukup sampai disitu saja dalam memberikan game pada anak. orang tua juga perlu memperhatikan game dari segi kualiatas, jumlah dan keamanan. pastikan mainan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya untuk anak, serta tidak mengandung bentuk-bentuk kecil yang dapat tertelan oleh anak. Sebaiknya mainan yang diberikan tidak mudah pecah, karena pecahan-pecahan tersebut dapat melukai sang anak.
Nah, perlu para orang tua tau bahwa game edukasi anak yang baik akan mencantumkan label peringatan, cara penggunaan serta pemberitahuan bahwa game tersebut dirancang untuk anak usia tertentu. Selain itu, orang tua juga harus memperhatikan tempat bermain sang anak, agar anak merasa nyaman  serta jauh dari hal-hal yang membahayakan si anak.

Saturday, August 16, 2014

Permainan anak 

Bermain adalah aktivitas yang sering dijumpai dan sangat digemari anak-anak. Dengan bermain seorang anak dapat belajar mengembangan kreativitas dan kecerdasannya secara maksimal. Sebagai orang tua harus selektif dalam memberikan mainan pada anak, tidak hanya memberikan mainan demi menyenangkan sang anak saja, orang tua juga perlu mengenalkan permainan anak yang mendidik agar dapat mendorong pembentukan karakter bagi sang anak. Selain itu permainan yang dikenalkan juga harus sesuai dengan tahap usia anak, sehingga anak lebih mudah untuk memainkannya.
Bermain juga menjadi cara mendidik anak yang tepat untuk mengasah perkembangan otak anak. Jika pada masa kanak-kanak kurang memiliki kesempatan untuk bermain, maka perkembangan anak dapat terhambat, anak tidak mudah belajar dengan hal-hal yang baru, bahkan anak bisa tumbuh menjadi anak yang penakut.

Disinilah peran orang tua untuk memberikan kesempatan sebanyak mungkin bagi anak untuk belajar bermacam-macam permainan.
Mulai dari permainan untuk mengasah kecerdasan dan kreativitas anak seperti : puzzel, menyusun balok, ular tangga.  Selain itu, ajarkan pula permainan yang mememerlukan gerak fisik anak yang berfungsi sebagai olahraga anak, misalnya : petak umpet, sepak bola, dan loncat tali.

Permainan anak yang mendidik lainnya bisa berupa permaianan yang melatih jiwa sosial si anak, Contoh : Sepak bola, pasar-pasaran. Dengan permainan ini anak dapat belajar untuk bekerjasama dalam kelompok, saling tolong menolong dan belajar memaafkan. Anak juga perlu diberikan permainan yang membentuk kepribadian, biasanya permainan ini disesuaikan dengan jenis kelamin anak, misalnya : Anak perempuan bermain barbie agar melatih si anak untuk membentuk naluri keibuan, atau permainan perang-perangan pada anak laki-laki yang bertujuan membentuk karakter anak yang tangguh dan tidak cengeng.
Dengan demikian, anak dapat mengenal dunia melalui permainan.

Jadi, sebagai orang tua harus bisa memanfaatkan masa keemasan anak untuk memberikan berbagai macam permainan anak yang mendidik, karena masa kanak-kanak tidak berlangsung lama. Setelah mulai masuk sekolah dasar anak akan mulai disibukkan dengan aktivitas sekolah dan aktivitas tambahan lainnya.

Friday, August 15, 2014


Cara mendidik anak
Bagi Pasangan suami istri memiliki anak adalah hal yang sangat dinantikan, sebuah keluarga terasa kurang lengkap tanpa adanya anak. Tapi, sudah siapkah para orang tua untuk mendidik anak-anaknya ?
Mendidik anak bukanlah hal yang mudah, namun tidak sulit juga. Asalkan para orang tua tau bagaimana cara mendidik anak yang baik, maka anak akan tumbuh menjadi anak yang baik sesuai harapan orang tua.
Mendidik anak juga merupakan tanggung jawab yang besar bagi kedua orang tuanya, karena anak akan menjadi penerus bagi orang tuanya. Namun hal ini masih sering dianggap remeh oleh para orang tua, sehingga masih banyak orang tua yang mengabaikan pendidikan anak.

Anak adalah cerminan dari orang tuanya, karakter dan perilaku anak terbentuk dari cara orang tua mendidik anak-anaknya. Semua orang tua menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang baik, namun tanpa di sadari kesalahan orang tua dalam mendidik anak kerap terjadi sehingga anak tumbuh menjadi anak yang nakal dan berperilaku buruk. Berikut cara mendidik anak yang baik agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik

Ajarkan anak bertanggung jawab dan mandiri
Orang tua sering kali berlebihan dalam memberikan perlindungan pada anak hingga cenderung mengekang. Tetapi, untuk mendidik anak agar mandiri orang tua harus membiasakan diri untuk memberikan kepercayaan pada anak untuk melakukan aktivitasnya sendiri, para orang tua cukup memantau tanpa mengekang maupun melindungi kesalahan yang dilakukannya. Biasakan anak untuk merapikan mainannya setelah digunakan, ketika mulai sekolah arahkan anak untuk menyiapkan keperluannya sendiri dan biarkan anak untuk berangkat sendiri menggunakan transportasi umum.

Berikan kesempatan anak untuk berpendapat
keegoisan orang tua sering muncul saat anak mencoba mengeluarkan  pendapatnya, para orang tua sering menganggap remeh pendapat anak-anak. Sebaiknya sebagai orang tua harus belajar mendengarkan pendapat anak, menjadi pendengar yang baik bagi anak, sehingga muncul rasa percaya diri pada sang anak. Jika pendapat anak salah para orangtua jangan langsung memarahi si anak, tetapi berilah koreksi dengan nada yang bersahabat sehingga anak tidak tersinggung.

Tumbuhkan rasa ingin tau pada anak.
Di usia dini anak memiliki daya pikir yang hebat, mereka mampu mempelajari banyak hal dengan cepat serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Ketika anak mulai menanyakan hal-hal yang disekitarnya, orang tua harus bisa memberikan penjelasan yang logis dan mudah dipahami oleh anak. Nah, bagi anak yang cenderung pendiam dan jarang bertanya, orang tua harus memancingnya dengan memberikan penjelasan meskipun anak tidak bertanya.

Jadilah teladan yang baik
Orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya, sikap dan perilaku orang tua menjadi contoh utama yang diteladani anak-anaknya. Apabila para orang tua menginginkan anak yang berperilaku baik maka orang tua juga harus berperilaku yang baik. Jadi, kunci utama tentang bagaimana cara mendidik anak yang baik adalah keteladanan dan kasih sayang orang tua kepada anaknya.

Thursday, August 14, 2014

Anak tunggal

Sifat manja yang sering melekat pada anak tunggal sering menjadi kekhawatiran para orang tua, selain itu anak tunggal juga sering disebut-sebut sebagai anak yang memiliki banyak sifat negatif seperti : egois,sulit berbagi,suka menuntut,selalu ingin diperhatikan, dan bossy. Faktanya tidak semua anak tunggal demikian, karakter anak yang sesungguhnya terbentuk oleh pola pengasuhan orang tua yang diterapka pada anak dan interaksi si anak dengan lingkungannya. Memiliki anak tunggal memang menjadi tantangan tersediri bagi orang tuanya dalam mengasuh anak semata wayangnya. Sikap berlebihan dan kekhawatiran orang tua lah yang justru memberikan pengaruh negatif pada anak. Seharusnya para orang tua yang memiliki anak tunggal tetap mendidik dan memberikan perhatian serta kasih sayang yang sewajarnya.

Anak tunggal juga dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, penuh motivasi dan suka berbagi. Dalam hal ini peran orang tua sangat besar dalam memberikan pendidikan pada anak tersebut.
Orang tua yang membiasakan anaknya berperilaku disiplin dan tidak memperlakukan anaknya dengan istimewa akan menumbuhkan sikap mandiri pada si anak, anak akan tau kewajiban apa saja yang harus dilaksanakan dan hak apa saja yang dapat ia terima. Selain itu, orang tua hendanknya jangan terlalu mengekang, mengatur bahkan terlalu membatasi, maka saat ia menjadi orang tua cenderung bersikap serba membolehkan anaknya karena ia merasa betapa tidak nyamannya si kekang, di atur dan di batasi.

Menbiasakan anak bersosialisasi, supaya anak tunggal yang sering merasa dirinya sendiri akan berusaha untuk mendapatkan teman, sehingga anak dapat belajar berbagi dengan teman-temannya serta dapat mendorong anak untuk tidak egois dan lebih bijaksana.Orang tua cukup mengawasi anak agar berteman dengan teman yang baik. Selain itu, para orang tua harus berusaha untuk tidak selalu menuruti keinginan anak, Orang tua bisa memberikan sesuatu ketika anak berprestasi sehingga muncul kebahagiaan pada anak atas hasil yang ia peroleh. Berikan juga pemahaman kepada anak bahwa setiap hasil yang ia peroleh harus melalui kerja keras terlebih dahulu. Dengan demikian anak tunggal dapat tumbuh sebagai pribadi yang mandiri, dan bijaksana.
Mendidik anak hiperaktif

Anak adalah anugerah bagi setiap orang tua, namun memiliki anak hiperaktif sering membuat para orang tua kesulitan dalam mendidik. Sebenarnya mendidik anak hiperaktif tidaklah sulit, hanya saja para orang tua membutuhkan kesabaran dan cara yang berbeda dalam menanganinya. Itu sebabnya orang tua harus memiliki pengetahuan yang banyak tentang cara mendidik anak hiperaktif.
Anak hiperaktif memang selalu bergerak dan terkesan nakal, keinginan mereka harus dipenuhi sesegera mungkin dan kebanyakan cenderung ceroboh dalam melakukan sesuatu. Meskipun demikian, anak hiperaktif memiliki kecerdasan yang mengagumkan, sehingga mereka mampu mengaplikasikan karakternya dengan penuh semangat. Namun hal tersebut kurang disadari oleh para orang tua karena kehawatiran mereka. Jadi kecerdasan anak perlu diperhatikan dan lebih diarahkan ke hal-hal yang positif.

Nah, apabila anak mulai banyak bertingkah, para orang tua jangan terburu-buru khawatir. Beberapa cara mendidik anak hiperaktif berikut ini dapat anda terapkan kepada si anak

Pertama, mulailah dengan menerapkan disiplin pada anak dan mengajarkan hal-hal yang semestinya, sehingga anak dapat berperilaku sopan santun serta mampu menerapkan sesuatu pada tempatnya. Berikan pengarahan kepada anak akan pentingnya disiplin bagi si anak, supaya anak tetap nyaman dan bergembira saat beraktivitas. Orang tua juga harus pintar dalam mengalihkan perhatian anak, mengarahkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Bantu si anak agar tetap fokus dalam menuangkan kreativitasnya. Dengan begitu anak merasa diperhatikan orang tuanya, karena perilaku hiperaktif pada anak sering terjadi pada saat anak menginginkan perhatian lebih dari orang-orang disekitarnya.

Kedua, Berikan kegiatan tambahan pada anak, dengan demikian anak dapat melampiaskan hiperaktifnya pada kegiatan tersebut. Biarkan anak memilih kegiatan apa yang mereka inginkan, jangan memberi batasan pada anak karena kegiatan tersebut akan membutuhkan kerja keras dan tantangan pada anak sehingga dapat menjadikan anak lebih percaya diri dan berprestasi dikemudian hari.
Orang tua cukup mengarahkan mereka untuk memilih kegiatan yang positif agar si anak tidak salah dalam melampiaskan hiperaktifnya pada hal-hal yang negatif.

ketiga, Berikan kasih sayang penuh kepada anak, bukan berati memanjakan. Jadilah pendengar yang baik sehingga anak merasa dihargai, dengan begitu akan muncul sifat patuh pada anak hiperaktif yang cenderung suka melawan. Cara mendidik anak hiperaktif yang demikian dapat menjadikan anak lebih kreatif dan bijaksana.

Wednesday, August 13, 2014

Pentingnya pendidikan anak

Pendidikan merupakan faktor yang penting bagi perkembangan anak, karena pendidikan anak dapat membentuk karakter dari segi spritual, intelegnsi, dan skill pada anak itu sendiri.
Pada dasanya pendidikan juga memberikan pengetahuan bagaimana cara bersikap, bertutur kata, dan memepelajari perkembangan sains yang nantinya bermanfaat bagi dirinya dan khalayak banyak.
Oleh karena itu, hendaknya orang tua memberikan pendidikan yang baik dan menerapkan se-dini mungkin agar dapat membentuk anak menjadi pribadi yang baik.

Lalu bagaimana memberikan pendidikan yang baik untuk anak?

Pengetahuan orang tua tentang cara mendidik anak sangat dibutuhkan. Selain itu, orang tua juga harus memahami psikologi perkembangan anak agar bisa memberikan pendidikan sesuai kondisi dan kebutuhan si anak.
Memberikan pendidikan anak sejak usia dini akan menjadi penentu kehidupan anak di masa mendatang, karena pada periode ini anak masih dalam tahap masa emas anak (golden age), dimana pada usia dini otak anak berkembang sangat cepat serta mampu menyerap berbagai informasi, tanpa melihat baik dan buruk.
Disitulah peran orang tua sangat penting dalam memberikan pengetahuan yang baik serta memberikan pengarahan akan baik dan buruk pada si anak. Kesalahan yang umum dilakukan orang tua adalah saat mereka merasa cukup telah memasukan anak kesekolah, padahal anak justru lebih banyak belajar dari orang tuanya.

Faktor lingkungan juga sangat berpengaruh pada pendidikan anak.Lingkungan keluarga menjadi tempat pertama seorang anak memperoleh pendidikannya, dan merupakan tempat yang sangat berpengaruh pada karakter anak. Anak yang hidup di lingkungan keluarga harmonis akan tumbuh menjadi anak penyayang dan patuh, serta mampu mengahargai orang lain.  
Membiasakan anak bersosialisasi juga akan memberikan ketrampilan sosial pada anak yang akan melekat sepanjang hidupnya. Seorang anak juga dapat melatih skill dan ketrampilan saat mereka bermain bersama teman-temannya. selain itu, juga mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalah, beratanggung jawab dan menghargai orang-orang yang ada disekitarnya.
Jadi, Lingkungan yang baik akan mendorong anak berkembang dengan baik, sebaliknya lingkungan yang buruk akan memeberikan pengaruh buruk pada anak.