![]() |
| Permainan anak |
Bermain adalah aktivitas yang sering dijumpai dan sangat digemari anak-anak. Dengan bermain seorang anak dapat belajar mengembangan kreativitas dan kecerdasannya secara maksimal. Sebagai orang tua harus selektif dalam memberikan mainan pada anak, tidak hanya memberikan mainan demi menyenangkan sang anak saja, orang tua juga perlu mengenalkan permainan anak yang mendidik agar dapat mendorong pembentukan karakter bagi sang anak. Selain itu permainan yang dikenalkan juga harus sesuai dengan tahap usia anak, sehingga anak lebih mudah untuk memainkannya.
Bermain juga menjadi cara mendidik anak yang tepat untuk mengasah perkembangan otak anak. Jika pada masa kanak-kanak kurang memiliki kesempatan untuk bermain, maka perkembangan anak dapat terhambat, anak tidak mudah belajar dengan hal-hal yang baru, bahkan anak bisa tumbuh menjadi anak yang penakut.
Disinilah peran orang tua untuk memberikan kesempatan sebanyak mungkin bagi anak untuk belajar bermacam-macam permainan.
Mulai dari permainan untuk mengasah kecerdasan dan kreativitas anak seperti : puzzel, menyusun balok, ular tangga. Selain itu, ajarkan pula permainan yang mememerlukan gerak fisik anak yang berfungsi sebagai olahraga anak, misalnya : petak umpet, sepak bola, dan loncat tali.
Permainan anak yang mendidik lainnya bisa berupa permaianan yang melatih jiwa sosial si anak, Contoh : Sepak bola, pasar-pasaran. Dengan permainan ini anak dapat belajar untuk bekerjasama dalam kelompok, saling tolong menolong dan belajar memaafkan. Anak juga perlu diberikan permainan yang membentuk kepribadian, biasanya permainan ini disesuaikan dengan jenis kelamin anak, misalnya : Anak perempuan bermain barbie agar melatih si anak untuk membentuk naluri keibuan, atau permainan perang-perangan pada anak laki-laki yang bertujuan membentuk karakter anak yang tangguh dan tidak cengeng.
Dengan demikian, anak dapat mengenal dunia melalui permainan.
Jadi, sebagai orang tua harus bisa memanfaatkan masa keemasan anak untuk memberikan berbagai macam permainan anak yang mendidik, karena masa kanak-kanak tidak berlangsung lama. Setelah mulai masuk sekolah dasar anak akan mulai disibukkan dengan aktivitas sekolah dan aktivitas tambahan lainnya.
RSS Feed
Twitter
8:25 AM
Unknown

0 comments:
Post a Comment